BOLMONG,WARTA9BMR.COM—Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai korupsi, serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada siswa, dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), sukses mengelar kegiatan advokasi pendidikan anti korupsi jenjang Sekolah Menengah Pendidikan (SMP), Kamis (22/05/2025),
Kegiatan yang di gelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara ini, dibuka langsung secara resemi oleh Wakil Bupati Bolmong Dony Lementa, dan diikuti para kepala sekolah tingkat SMP se Kabupaten Bolmong.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bolmong Dony Lumenta, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia meyampaikan, sangat mendukung pendidikan anti korupsi sejak dini.
“Pemerinrah terus mendorong penerapan pendidikan anti korupsi di lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan dengan tujuan menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab pada siswa,” kata Wakil Bupati Bolmong.
Wabup Bolmong juga menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang angka dan nilai akademik tetapi juga tetang karakter.
“Kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas tapi juga bermoral dan yang paling penting tidak mudah tergoda oleh praktik- praktik korupsi.”tegas Wabup Bolmong.

Ditambahkan Wabup Bolmong penanaman integritas anti korupsi sejak dini, sebagai salah satu bentuk serta kesadaran tentang bahaya korupsi. Untuk itu melalui advokasi pendidikan anti korupsi ini dapat memperkuat kompetensi kepala sekolah sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki integritas dan memahami pentingnya kejujuran serta transparansi.
“Mari kita menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini di lingkungan pendidikan,” ujar Wabup Bolmong.
Kepala Disdik Kabupaten Bolmong, Hj. Farida Mooduto, S.Pd., MM, menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas satuan pendidikan terkait bagaimana menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini.
“Kami berharap semua satuan pendidikan menanamkan nilai anti korupsi sejak dini kepada siswa. Hal ini bertujuan untuk membentuk generasi yang lebih jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin masa depan yang bersih dan tidak terlibat dalam praktik korupsi,”pungkas Farida.

Menurut Farida, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai terobosan di bidang pendidikan yang telah dilakukan oleh Kabupaten Bolmong. Salah satunya adalah pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, yang menjadikan Kabupaten Bolmong, sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang menyelenggarakan PPDB daring secara penuh dan terintegrasi.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam PPDB, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh unsur pemerintah daerah, kejaksaan, dan kepolisian. Penandatanganan ini menjadi simbol kuat bahwa seluruh elemen pemerintahan siap mengawal pelaksanaan PPDB yang jujur, adil, dan bebas dari intervensi”.pungkasnya.(**)


Comment