BOLMONG,WARTA9BMR.COM- Masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), mengapresiasi langkah peran strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, dibawah kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi, SE., dan Wakil Bupati Dony Lumenta, yang akan menggelar kegiatan pasar murah dibeberapa titik desa yang rawan pangan.
Kegiatan pasar murah yang akan digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong ini, tujuan untuk menjaga kestabilan harga beras di daerah yang mengalami kenaikan harga, serta tetap menjaga ketersedian pangan di masyarakat.
Apresiasi ini disampaikan Rudi Manangin, Warga Desa Tadoy, Kecamatan Bolaang Timur, mengungkapkan langkah Pemerintah Daerah ini sangat tepat, dalam membantu kebutuhan masyarakat.
“Dengan akan adanya pasar murah ini, kami masyarakat sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang murah dan sangat terjangkau,” kata Rudi, kepada media warta9bmr.com, Selasa (8/7/2025).
Ia juga menilai semenjak Yusra Alhabsyi, SE., dan Dony Lumenta, menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bolmong, aspirasi masyarakat selalu mendapat respon cepat . Mulai dari permasalahan infrastruktur dan kebutuhan pokok masyarakat hingga yang lainnya .
“Biasanya kalau masyarakat memberi aspirasi kepada pemerintah selalu slow respon. Tapi sekarang sangat berbeda begitu meberikan aspirasi langsung mendapat tanggapan dan aksi nyata,” ujar Papa Arkha sapaan akrabnya.
Seperti diketahui dimana Pemkab Bolmong, pekan depan ini akan segera menyalurkan puluhan ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke masyarakat, untuk menstabilkan harga beras dan meringankan beban masyarakat.
Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bolmong, I Wayan Mudiyasa, menjelaskan dalam upaya pengendalian harga kami, telah merancang dalam beberapa tahap dan akan digelar pekan depan.
“Distribusi program SPHP beras secara selektif, akan dimulai minggu depan ini melaui Kios pangan, Rumah Pangan Kita dan Opersai Gerakan Pangan Murah (GPM) besar-besaran,” ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD).
Dimana sebanyak 10 ton Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dipastikan akan segera disalurkan di enam desa yang telah teridentifikasi sebagai wilayah rawan pangan.
Dirinya juga berharap penyaluran tersebut diharapkan dapat menekan potensi krisis pasokan di tingkat lokal serta menjamin kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
“Distribusi bantuan pangan CPP (Cadangan Pangan Pemerintah) juga akan dipercepat, menyusul hasil rapat koordinasi hari ini,” pungkasnya.(**)


Comment