KOTAMOBAGU,WARTA9BMR.COM – Hari ini menjadi tonggak penting dimulainya program kolaboratif strategis antara Pusat Pendidikan Mondowana dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Kotamobagu, yang difokuskan pada penguatan hulu edukasi pengelolaan sampah untuk membangun pola pikir dan perilaku warga bahwa sampah adalah sumber daya yang bernilai ekonomi dan ekologi.
Pertemuan perdana yang digelar, Kamis (19/06/2025), bertempat di Sekretariat Kwartir Cabang Pramuka Kota Kotamobagu ini, dihadiri langsung oleh Siti Hadija Junaidi, Direktur Eksekutif Pusat Pendidikan Mondowana sekaligus Manajer Program Biokonversi Sampah Organik Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Syarif Rakhmat Mokoginta, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Mondowana, Affandi Basso, Direktur Divisi Ketahanan Pangan dan Pembangunan Berkelanjutan, dan Kusnan Mokoginta, Direktur Divisi Kemitraan dan Mobilisasi Sumber Daya.
Dari pihak Pramuka Kwarcab Kota Kotamobagu turut hadir Roy Kasenda, SE, Ketua Kwarcab, Hendra Mokoagow, S.Pd, Sekretaris Kwarcab, Ririen Kobandaha, PIC program dari Kwarcab, Serma Heriman (Kodim) sebagai Andalan Bidang Bela Negara, Sri Wahdani Paputungan, Andalan Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Herman Budjang dan Slamet Riyadi dari Kementerian Agama Kotamobagu, Moudy Cherly Parauba, S.Pd, MM serta jajaran pengurus lainnya.
Program kolaboratif ini diberi nama Gerakan Pramuka Peduli “BERSAHABAT dengan Sampah”. Terdiri dari tiga kegiatan utama: Tantangan 7 Hari Pemilahan Sampah, Weekend BERSAHABAT dengan Sampah, Pramuka Duta Peduli Sampah di Masyarakat.
Kegiatan perdana akan dimulai dengan tantangan 7 hari Pemilahan Sampah Batch 1, melibatkan 100 peserta dari pengurus Kwarcab dan Mondowana. Dari tantangan ini akan dipilih 10 Duta Pramuka Peduli Sampah terbaik, yang akan mendapat penghargaan dan ditugaskan sebagai pelopor edukasi di masyarakat.
Ketua Kwarcab, Roy Kasenda, menyampaikan semangat baru Pramuka sebagai penggerak perubahan di hulu,
“Program ini membuktikan bahwa Pramuka mampu melakukan inovasi sosial yang sejalan dengan nilai-nilai dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Langkah kecil seperti memilah sampah adalah awal dari perubahan besar. Ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam penanganan sampah yang terstruktur.” kata Kasenda.
Tenaga Ahli Mondowana, Syarif Rakhmat Mokoginta, menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat strategis dalam mendukung arah pembangunan kota,
“Hal ini sejalan dengan visi, misi, dan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau. Maka dari itu, Pramuka menjadi mitra strategis sekaligus ujung tombak dalam menangani sampah dari hulu.” ujar Mokoginta.
Sementara itu, Siti Hadija Junaidi menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi pionir penting dalam penguatan hulu program biokonversi yang telah digagas Pemerintah Kota Kotamobagu bersama Mondowana,
“Mondowana dan Pramuka hadir bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi sebagai pelopor gerakan kolaboratif lintas komunitas dan OPD. Pramuka memiliki potensi besar karena kadernya tersebar di semua tingkatan pendidikan dan komunitas.” tegas Siti Hadija.
Hadija juga menyoroti potensi sumber daya manusia dalam tubuh Pramuka, termasuk pelatih-pelatih berpengalaman seperti Kak Moudy, yang juga menjadi trainer dalam program pengelolaan sampah organik berbasis hidroponik.
Pertemuan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan besar yang dirancang hingga tahun 2030 dalam mendukung Program Biokonversi Sampah Organik Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Kota Kotamobagu.
Menutup presentasinya, Hadija membagikan kutipan reflektif yang menggugah semangat para peserta.
“Perubahan besar dimulai dari pilihan kecil: memilih memilah, memilih peduli, dan langkah tersebut sudah dimulai sejak hari ini.”pungkasnya. (**)


Comment