BOLMONG,WARTA9BMR.COM– Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menyalurkan 18 ton beras kepada 2.018 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang yang terjadi pada pekan lalu.
Penyerahan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi, SE. M.Si kepada warga yang terdampak bencana banjir, bertempat di Kantor Kecamatan Poigar, yang juga difungsikan sebagai posko utama penyaluran bantuan, Sabtu (8/11/2025).
Dimana 18 Ton Beras yang disalurkan untuk 2.018 KK ini, Pemkab Bolmong telah menyiapkan 18,4 ton beras melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang dialokasikan dari APBD Perubahan 2025.
Bantuan ini diberikan kepada 2.018 Kepala Keluarga atau sekitar 5.768 jiwa di dua kecamatan terdampak. Setiap KK menerima lima kilogram beras premium.
Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi, dalam sambutannya mengungkapkan keprihatinannya atas bencana yang terjadi dan menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir hingga kondisi warga kembali pulih.
“Pemerintah Daerah, menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh keluarga yang terdampak dan Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga,” ujar Bupati.
Disampaikan juga Bupati, Pemerintah Daerah tidak hanya mengandalkan stok daerah, tetapi saat ini Pemerintah Daerah sedang menunggu tambahan beras dari pemerintah pusat sebanyak 20,188 ton, yang rencananya disalurkan dalam waktu dekat.
“Setelah penyaluran bantuan CPPD ini, pemerintah daerah juga akan menyalurkan bantuan beras dari pemerintah pusat.
Bupati menambahkan bahwa distribusi ini dirancang agar tidak ada warga yang mengalami kekurangan pangan akibat bencana.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan bahan pangan akibat bencana ini,” tegas Bupati
“Penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan pangan saja. Pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang, termasuk pendataan kerusakan dan percepatan perbaikan sarana vital,”pungkas Bupati.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, banjir bandang dua pekan lalu menyebabkan kerusakan signifikan:
147 rumah rusak berat, 36 rumah rusak sedang dan 315 rumah rusak ringan.
Selain permukiman, banjir juga menimpa area pertanian, fasilitas umum, serta akses jalan dan jembatan. Pemerintah daerah memastikan proses pemulihan infrastruktur akan berjalan paralel dengan penyaluran bantuan pangan.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut,Sekretaris Daerah (Sekda) Abdullah Mokoginta, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat Poigar dan Camat Passi Barat. (**)


Comment