KOTAMOBAGU,WARTA9BMR.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, menggelar Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2025, yang dibuka oleh Wali Kota Kotamobagu diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, S.H., M.E., bertempat di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Kotamobagu, Senin (20/10/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala BKPP Kota Kotamobagu, Dra. Deevy. R. Rumondor., Tim Panitia Seleksi Uji Kompetensi dan Tim Evaluasi Kinerja, yang terdiri dari, Drs. Dhullo Afandi, M.M., AK.Ca., Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA, GP, IPU, ASEAN.Eng, Prof. Dr. Ronny Adrie Maramis, S.H., M.H., dan Renti Mokoginta, S.Pd., M.A.P,.
Dalam sambutan Wali Kota Kotamobagu yang dibacakan Sekretaris Daerah, menyampaikan bahwa pelaksanaan uji kompetensi merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang dijalankan secara konsisten oleh pemerintah daerah.
“Melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel, diharapkan dapat melahirkan pemimpin daerah yang berintegritas dan kompeten di bidangnya,”ujar Sekot membacakan sambutan Wali Kota.
Menurutnya tantangan birokrasi pemerintahan ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan aparatur yang adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan.
“Mulai Januari 2026, Pemerintah Kota Kotamobagu akan menerapkan manajemen talenta. Karena itu, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk pelaksanaan uji kompetensi yang kita laksanakan hari ini,” katanya.
Dijelaskannya, penerapan manajemen talenta menjadi langkah strategis dalam menempatkan pejabat sesuai kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan efektivitas organisasi dan pelayanan publik yang cepat, transparan, inovatif, serta responsif terhadap dinamika perubahan.
“Kita menghadapi kondisi yang penuh keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun anggaran. Maka dibutuhkan strategi dan inovasi untuk memastikan program pemerintah tetap berjalan efektif dan efisien,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sekot menegaskan bahwa pejabat tinggi pratama dituntut untuk menjadi pemimpin perubahan (reformer), bukan sekadar pelaksana tugas administratif.
“Pejabat tinggi pratama harus mampu menggerakkan organisasi, membangun sinergi lintas sektor, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di daerah. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir pemimpin birokrasi yang memiliki visi jelas dan strategi kuat, serta mampu menerjemahkan kebijakan menjadi program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sekkot juga menekankan bahwa pelaksanaan uji kompetensi ini bukan sekadar mencari siapa yang terbaik, melainkan bagian dari proses pembinaan dan pengembangan karir ASN secara objektif dan terukur.
“Hasil uji kompetensi ini akan menjadi dasar penting dalam proses mutasi, rotasi, maupun promosi jabatan. Dengan demikian, penempatan jabatan benar-benar sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Di akhir sambutan, Sekkot mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan uji kompetensi dengan menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan profesionalisme.
“Diharapkan para peserta dapat menunjukkan kompetensi, komitmen, dan tanggung jawab dalam setiap tahapan kegiatan, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan dan kinerja yang sesungguhnya,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kotamobagu berharap dapat memperkuat birokrasi yang profesional, menempatkan pejabat sesuai kompetensi, serta mempercepat pencapaian program prioritas pembangunan menuju Kotamobagu BERSAHABAT ‘Berkemajuan, Sejahtera, Berbudaya dan Inovatif’.(**)


Comment